PENULISAN
KATA
1. Kata
Analisa dan Analisis
Berikut arti analisis menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI):
ana·li·sis 1. penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan,
perbuatan, dan sebagainya) untuk mengetahui keadaan yg sebenarnya
(sebab-musabab atau duduk perkaranya); 2. Man penguraian
suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta
hubungan antarbagian untuk memperoleh pengertian yg tepat dan pemahaman arti
keseluruhan; 3. Penyelidikan kimia dengan menguraikan sesuatu untuk
mengetahui zat bagiannya; 4. Penjabaran sesudah dikaji
sebaik-baiknya; 5. Pemecahan persoalan yg dimulai dengan dugaan
akan kebenarannya.
Manakah
yang benar, analisa atau analisis? Peneliti sedang menganalisis masalah ataukah peneliti sedang menganalisa masalah? Sebagian pendapat mengatakan
yang terpenting adalah konsisten dalam penggunaan. Tetapi benarkah demikian? Kedua
istilah ini, analisa dan analisis, sama-sama cukup banyak digunakan.
Penelurusan saya melalui google.com untuk halaman berbahasa Indonesia
menunjukkan hasil yang cukup mengejutkan. Kata analisa muncul sebanyak 770.000,
sedang analisis sekitar 100.000 di bawahnya, yaitu 668.000. Dengan demikian,
apakah analisa adalah kata yang tepat?
Pembentukan
istilah bahasa Indonesia perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
1. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang paling tepat untuk mengungkapkan konsep termaksud dan yang tidak menyimpang dari makna itu.
2. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang paling singkat di antara pilihan yang tersedia yang mempunyai rujukan sama.
3. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang bernilai rasa (konotasi) baik.
4. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang sedap didengar (eufonik).
5. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang bentuknya seturut kaidah bahasa Indonesia.
1. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang paling tepat untuk mengungkapkan konsep termaksud dan yang tidak menyimpang dari makna itu.
2. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang paling singkat di antara pilihan yang tersedia yang mempunyai rujukan sama.
3. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang bernilai rasa (konotasi) baik.
4. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang sedap didengar (eufonik).
5. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang bentuknya seturut kaidah bahasa Indonesia.
Menurut
Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI), kata dengan sufiks atau akhiran -sis (dalam bahasa Inggris) diserap ke dalam
bahasa Indonesia menjadi -sis, dan bukan -sa. Analisis adalah istilah yang tepat untuk menyerap
kata analysis. Menurut KBBI, analisis adalah kata benda yang berarti
penyelidikan terhadap suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya.
Nosi lain untuk analisis adalah penjabaran sesudah dikaji sebaik-baiknya dan
pemecahan persoalan yang dimulai dengan dugaan akan kebenarannya. Sejumlah
blogger sering menulis ‘Analisa’. Analisis
berasal dari kata bahasa Inggris yaitu analysis. Dalam
penyerapannya ke bahasa Indonesia, akhiran -ysis berubah menjadi -isis. Jadi,
analysis diserap menjadi analisis. Tidak menjadi analisa.
Orang yang melakukan
analisis disebut dengan analis yang merupakan serapan dari kata analyst dalam
bahasa Inggris. Kita mengenal istilah analis kimia atau analis sistem.
Jika berdasarkan
kaidah EYD, kata ‘Analisis’ merupakan kata dalam bentuk baku. Sedangkan kata
‘analisa’ merupakan kata tidak baku dari kata dasar analisis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar